BERITA REDAKSIKab HalutPLN Malut

Menyikapi Keluhan Masyarakat, UP3 PLN Tobelo Langsung Bergerak Cepat

×

Menyikapi Keluhan Masyarakat, UP3 PLN Tobelo Langsung Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Kepala UP3 Tobelo Anton Tonapa. (Foto: JERY/FAKTA)

Halut – Menyikapi terkait pemadaman di Kabupaten Halmahera Utara, pihak PLN Tobelo bergerak cepat lakukan pergantian mesin yang rusak dengan mesin yang baru. Diketahui mesin yang baru ini, berkapasitas 8 Mega. Penempatan mesin baru ini, rencananya akan ditempatkan di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

Kepala UP3 Tobelo Anton Tonapa, saat ditemui diruang kerja mengatakan, mesin yang baru ini sudah berada di Desa Mamuya, dan pemasangannya akan segera dilakukan, baik pekerjaan instalasinya hingga sistem jaringan, Rabu (3/09/2025).

Anton mengatakan, gerak cepat ini berdasarkan kolaborasi yang baik antara pihak PLN dan pemerintah daerah. Sehingga kabupaten Halmahera Utara dapat mesin pembangkit listrik yang baru. Mesin yang baru ini, tentu untuk mengatasi pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini.

Anton menjelaskan, sekarang ini pihak PLN sudah dalam tahap pekerjaan pemasangan. Dan dalam tiga Minggu ini, bersama Tim fokus pada percepatan pemasangan. Agar dapat selesai sesuai target waktu, yaitu di akhir September ini. Maka sistem kerja lembur diberlakukan.

“Tidak ada libur dalam pekerjaan ini. Kami bekerja dari hari Senin sampai hari Minggu. Ini dilakukan secara terus menerus sampai pekerjaan tersebut selesai bahkan sampai lembur. Intinya kita On schedule,” ungkap Anton.

Anton mengatakan, semua pekerjaan dilaksanakan sesuai target. Maka penambahan personil juga dilakukan untuk mempercepat proses pekerjaan.

“Harapan kami, proses pekerjaan ini dapat selesai di akhir bulan September. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan daya bagi pelanggan,” ucapnya.

Lanjut Anton mengatakan, memang untuk sementara waktu masih dilakukan pemadaman secara bergiliran. Hal ini tentu disesuaikan dengan kapasitas mesin yang ada.

Terkait devisit yang terjadi pada sistem PLN Tobelo Anton menjelaskan, bahwa hal itu terjadi karena ada beberapa mesin mengalami kerusakan. Oleh kondisi tersebut, maka dengan sangat terpaksa untuk dilakukan pemadaman bergilir selama beban puncak. Dan itu sesuai schedule.

Namun kata Anthon, hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo yang di prioritas agar tidak masuk dalam pemadaman. Hal itu dilakukan, dikarenakan menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat.

“Sistem kelistrikan di RSUD, tetap berjalan dan tidak boleh padam. Bahkan jalur pemadaman pada objek vital seperti di kantor bupati pun, tidak kami lakukan pemadaman,” ucapnya.

Anton menegaskan, tidak ada tebang pilih dalam pemadaman. Semua berlaku dan dilakukan secara bergilir begitu juga pada PT Nico. Terkecuali RSUD Tobelo, dan kantor Bupati.

Anton menjelaskan Khusus untuk PT Nico, Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak GM PT NICO, untuk tidak menambah beban, hal tersebut sudah disetujui oleh PT NICO. Karena untuk sementara waktu ini, pihak PLN tidak melayani penambahan beban.

Dan bahkan untuk mengurangi beban puncak, PT. NICO juga bersedia untuk mengurangi pemakaian listrik dari PLN. Sehingga mereka hanya menggunakan mesin genset sendiri.

Selebihnya kepada masyarakat, Anthon berharap agar dapat bersabar sambil menunggu proses pekerjaan selesai. Sehingga ketika proses pemasangan selesai, tidak ada lagi pemadaman secara bergilir.

Menurut Anthon, sebetulnya suatu daerah ketika mengalami pemadaman, maka sesungguhnya daerah tersebut, terindikasi baik dalam hal pertumbuhan Ekonomi. Artinya pertumbuhan ekonomi di daerah itu mengalami peningkatan.

Lebih lanjut Anthon mengatakan, pada prinsipnya pihaknya menerima dan merespon terkait semua keluhan dari masyarakat, untuk melakukan evaluasi dan lakukan pembenahan.

Dikatakannya, bahwa penyebab terjadinya pemadaman listrik itu dengan faktor lain dikarenakan ada pohon, yang tumbang baik secara alami maupun karena pemangkasan dari masyarakat itu sendiri, yang tidak memperhatikan sehingga mengena pada jaringan listrik.

Terkait hal itu, Anton berharap ketika masyarakat yang hendak lakukan pemangkasan ranting pohon yang dekat dengan jaringan listrik, sebaiknya menghubungi pihak PLN. Agar dalam penebangan atau pemangkasan ranting pohon, dilakukan oleh petugas PLN dan itu gratis. Hal itu selain untuk menghindari terjadi pemadaman listrik, tentu juga demi untuk keselamatan masyarakat itu sendiri. Mengingat dampaknya sangat berisiko.

Anton juga mengatakan, kedepan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepala Desa untuk mensosialisasikan terkait hal tersebut. Sekaligus menyampaikan kepada masyarakat untuk menginformasikan kepada pihak PLN untuk dilakukan pemangkasan, jika ada pohon yang dekat dengan jaringan ataupun tiang listrik.

Selebihnya Anton menyampaikan alasannya, kenapa mesin yang baru tidak lagi ditempatkan di PLTD yang berlokasi di Desa Rawajaya. Hal ini didasari pertimbangan efek sosial, mengurangi tingkat kebisingan suara mesin terhadap masyarakat sekitar. Karena mesin datang cukup besar yaitu 8 Mega.

“Itu yang kami pikirkan. kita lebih memilih berdamai dengan masyarakat. Dan kebetulan, lokasi yang kita miliki di Desa Mamuya, jaraknya sangat jauh dari pemukiman masyarakat. Dan kita berharap, lokasi yang baru ini lebih aman, dan tidak menggangu aktivitas sosial masyarakat.

Anton menambahkan, dalam tahun ini, ketika PLTMG beroperasi dengan daya 30 Mega, maka tidak ada lagi yang namanya pemadaman lampu. Sekaligus dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat di bumi Hibualamo ini.

“Jika PLTMG sudah beroperasi, maka ini merupakan satu-satunya PLTMG yang ada di Maluku Utara, yaitu di Kabupaten Halmahera Utara,” pungkasnya.

Reporter: Jery

Editor: Aldy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *