Ternate – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menghadiri kegiatan Sekolah Lapang Gempa bumi dan Tsunami (SLG) yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (19/8/2025), di Kelurahan Rua, Kota Ternate.
Kegiatan bertema “10 Tahun SLG: Membangun Budaya Sadar, Siaga, dan Selamat dalam Menghadapi Gempa Bumi dan Tsunami” ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, serta sejumlah perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman mengatakan komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana.
“Kota kita menyimpan ancaman gempa bumi dan tsunami yang nyata. Sejak 2017, Ternate telah ditetapkan sebagai daerah tangguh bencana di Indonesia. Ini menjadi wujud komitmen penuh Pemkot Ternate dalam membangun kesiapsiagaan,” ujarnya.
Tauhid juga menegaskan bahwa posisi geografis dan geologis Kota Ternate serta Maluku Utara secara umum, berada di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki pemahaman, kewaspadaan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Ada ancaman langsung yang dihadapi masyarakat Kota Ternate bahkan Maluku Utara. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat tepat dalam menyatukan langkah dan menerjemahkan data ilmiah menjadi aksi nyata di lapangan,” katanya menjelaskan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mencari solusi serta memperkuat kolaborasi pembangunan.
“Apa yang kita lakukan hari ini selaras dengan arahan bahwa bencana adalah kerja kolektif. Ini memberikan tanda bahwa kesiapsiagaan kita semakin kuat,” ujar Tauhid, mengakhiri.