Kab Halteng

Kades Sumber Sari Kec Weda Selatan Keluhkan Proyek Jembatan yang bangun, dianggap tak layak karena banyak retakan

×

Kades Sumber Sari Kec Weda Selatan Keluhkan Proyek Jembatan yang bangun, dianggap tak layak karena banyak retakan

Sebarkan artikel ini

Halteng, Faktainvestigasi – Pembangunan Jembatan yang berada di dalam Desa Sumber Sari Kec Weda Selatan Kabupaten Halmahera tengah, kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Padahal jembatan yang dibangun sesuai yang tertera dipapan proyek menelan anggaran Rp. 1. 486.000.000 bersumber dari APBD – DAU Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Tengah yang di kerjakan oleh CV Dafran Prima Kontruksi pada bulan September tahun lalu. Belum sampai satu tahun penggunaannya, sudah terlihat retakan pada kondisi fisik bangunan.

Menurut Kepala Desa Sumber Sari Ibu Atika, saat ditemui di Kantor desa selasa 12 Agustus 2025, kepada Wartawan Faktainvestigasi mengatakan, jembatan yang baru selesai di kerjakan itu terlihat tidak layak karena banyak retakan pada kondisi fisik bangunan.

” Saya Selakau Kepala Desa Sumber Sari tidak pernah tau kalau ada proyek itu masuk, karena kontraktornya tidak perna saya liat Batang hidungnya. ” Tegas Ibu kades dengan nada kesal

Atika menjelaskan bahwa, dua minggu setelah pengecoran jembatan, dan kemudian di lakukan pembukaan papan cor, kondisi bangunan jembatan langsung retak.

Proyek yang menelan anggaran yang sangat besar mencakup 1 Miliar Lebih, semestinya kondisi fisik dan struktur bangunan itu harus sangat kuat. Malah kebalik, belum sampai satu tahun kondisi bangunan sudah retak,”ujarnya”.

Dalam kesempatan yang sama, hal senada dikatakan oleh salah satu warga Desa Sumber sari yang  tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, setalah proses pekerjaan selesai, papan yang digunakan untuk cor jembatan, kurang lebih 20 hari panggung kayu-kayu penyangga jembatan itu langsung di buka oleh pihak pelaksana.

Melihat hal tersebut masyarakat sumber sari meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dapat menindak kontraktor yang bersangkutan, sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. (Faisal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *