Halmahera Barat – Kementeriam Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan aktivitas letusan pada Gunung api Ibu di Kabupaten Halmahera Barat yang terjadi pada Minggu 27 Juli 2025 mulai pukul 00:00 hingga 24:00 WIT kemarin sebanyak 119 kali.
Pengamat Gunung api Ibu, M. Richard Chaniago mengungkapkan, tinggi kolom abu saat letusan teramati 200 hingga 800 meter diatas puncak dan berwarna asap kelabu, dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 100 hingga 200 meter di atas puncak kawah.
“Aktivitas kegempaan lainnya juga terjadi dalam sehari kemarin diantarnya, 1 kali Hembusan, 20 kali Tremor Harmonik, 102 kali Low Frekuensi, 125 kali Vulkanik Dangkal, 6 kali Tektonik Lokal dan 18 kali Tektonik Jauh,” tulis M. Richard melalui rilis WAG, Senin (28/7/2025).
Richard mengatakan, saat ini Gunung Ibu berada pada status level II (Waspada), maka direkomendasikan kepada masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan, agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),” ujarnya.
Kepada seluruh pihak, lanjut Richard, agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya serta masyarakat selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
“Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Ibu,” katanya mengakhiri.
Sumber: RRI Ternate