BREAKING NEWSTimur Tengah

Demonstrasi di Tepi Barat Mengecam Genosida Israel dan Kelaparan di Gaza

×

Demonstrasi di Tepi Barat Mengecam Genosida Israel dan Kelaparan di Gaza

Sebarkan artikel ini
Warga Palestina di kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki, berdemonstrasi dalam solidaritas dengan Gaza pada 19 Juli 2025. (Foto via media sosial)

Ramallah – Ribuan warga Palestina menggelar protes massal di Tepi Barat yang diduduki, menyerukan diakhirinya genosida Israel di Gaza dan mengecam krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh kampanye kelaparan rezim pendudukan di wilayah yang terkepung tersebut.

Media lokal melaporkan bahwa unjuk rasa massa berlangsung di berbagai kota besar di seluruh Tepi Barat, khususnya Ramallah, Jenin, dan Nablus, pada Selasa (22/7/2025) malam untuk mendukung warga Palestina di Gaza.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan dukungan terhadap Gaza dan mengutuk kejahatan rezim pendudukan serta perang genosida yang berlangsung selama 652 hari berturut-turut di tengah krisis kemanusiaan yang dahsyat.

Sebelumnya pada hari itu, gerakan perlawanan Palestina Hamas mengeluarkan pernyataan yang mendesak masyarakat internasional dan dunia Arab dan Muslim untuk memobilisasi secara global melawan entitas ilegal tersebut.

Hamas menyerukan tindakan internasional untuk menyelamatkan rakyat Palestina di Gaza dan mengecam kampanye kelaparan sistematis rezim Israel.

Semoga besok, Minggu, 20 Juli, dan hari-hari mendatang menjadi hari solidaritas dan mobilisasi internasional global, di mana semua kekuatan dan orang-orang bebas di seluruh dunia berpartisipasi, untuk mengungkap dan mengutuk kejahatan Zionis berupa genosida dan kelaparan terhadap warga sipil tak berdosa di Gaza, termasuk anak-anak, perempuan, dan orang sakit.

Laporan juga mengumumkan serangan menyeluruh di Tepi Barat pada hari Minggu sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza dan protes terhadap kebijakan pengepungan dan kelaparan Israel.

Aksi unjuk rasa pro-Gaza digelar di AS dan Eropa

Demonstrasi anti-Israel juga terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa ratusan aktivis berkumpul pada hari Sabtu untuk melakukan pawai damai berskala besar di Sunset Park, Brooklyn, dengan tajuk “Gencatan Senjata Sekarang”.

Para peserta menyerukan diakhirinya segera perang di Gaza dan menuntut agar pemerintah AS menghentikan dukungan militernya terhadap rezim tersebut.

Demonstrasi Brooklyn merupakan bagian dari gelombang protes yang lebih luas yang melanda beberapa kota AS selama akhir pekan, termasuk Collingswood, New Jersey, dan Somerville, Massachusetts, dengan para penyelenggara menggambarkan tindakan tersebut sebagai bagian dari gerakan nasional untuk mengecam pengepungan dan genosida Israel di Gaza.

Ibu kota Inggris, London, pada hari Sabtu juga menyaksikan salah satu demonstrasi terbesar yang mendukung Palestina sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada Oktober 2023.

Lebih dari 80.000 orang turun ke jalan untuk menuntut diakhirinya dukungan pemerintah Inggris terhadap Israel dan menghentikan ekspor senjata ke rezim tersebut.

Kota Berlin dan Hamburg di Jerman juga menjadi lokasi demonstrasi besar-besaran untuk mendukung warga Palestina di Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel tanpa henti menjalankan kebijakan kekerasan dan perampasan di Gaza, yang mengakibatkan pembunuhan, penghancuran, pengungsian paksa, dan genosida yang meluas.

Meskipun ada permohonan internasional dan arahan dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan tindakan genosida, Israel telah menentang seruan untuk menahan diri, memperburuk krisis kemanusiaan dan menimbulkan penderitaan lebih lanjut pada penduduk yang terkepung.

Genosida tersebut telah menewaskan dan melukai sekitar 200.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 11.000 orang hilang. Ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk puluhan anak-anak.

Entitas perampas itu menerima persyaratan negosiasi jangka panjang oleh kelompok perlawanan Hamas di bawah gencatan senjata Gaza, yang dimulai pada 19 Januari.

Namun, pada tanggal 18 Maret, Israel secara sepihak melanggar gencatan senjata dan melanjutkan pemboman tanpa henti di Gaza.

Sumber: Presstv.ir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *