BREAKING NEWSTimur Tengah

Pemimpin Spiritual Druze: Kami Menolak ‘Perlindungan dari Israel’

×

Pemimpin Spiritual Druze: Kami Menolak ‘Perlindungan dari Israel’

Sebarkan artikel ini
Pemimpin spiritual etnis minoritas Druze di Lebanon Sheikh Sami Abi al-Muna. (Foto: PRESSTV)

Beirut – Pemimpin spiritual etnis minoritas Druze di Lebanon mengatakan komunitasnya menolak permintaan rezim Israel yang konon katanya “melindungi” minoritas tersebut.

Sheikh Sami Abi al-Muna menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuan pejabat Druze di ibu kota Lebanon, Beirut, pada Jumat (18/7/2025).

Ia merujuk pada pelanggaran berulang yang mematikan dan merusak yang dilakukan rezim di wilayah Suriah, yang dilakukan dengan dalih “melindungi” kaum Druze, yang juga merupakan kelompok minoritas di Suriah.

Permintaan dari Tel Aviv “merugikan sejarah dan identitas kami,” tambah al-Muna.

Para pengamat menilai pernyataan tersebut sebagai peringatan bagi rezim agar tidak berupaya mengasosiasikan dirinya dengan kaum minoritas guna memajukan tujuan ekspansionis regionalnya.

‘Jangan memberi Israel alasan’

Sementara itu, pemimpin spiritual tersebut membahas bentrokan baru-baru ini di Suriah selatan antara anggota komunitas Druze dan suku Badui yang sejauh ini telah merenggut nyawa ratusan orang.

Ia memperingatkan bahwa bentrokan sektarian ini “memberikan alasan bagi intervensi Israel dan memperburuk situasi di kawasan tersebut.”

Rezim tersebut telah mengintensifkan serangannya terhadap Suriah sejak tahun lalu, dengan dalih ingin mencegah meluasnya kekerasan dari negara Arab tersebut ke wilayah yang diduduki.

Pada hari Rabu, eskalasi berubah menjadi lebih keras secara signifikan, ketika rezim menyerang berbagai wilayah Suriah, termasuk ibu kota Damaskus, dengan serangan udara yang gencar.

Serangan itu terjadi di tengah pertempuran mematikan antara suku Druze dan suku Badui, yang memicu kekhawatiran bahwa keterlibatan Israel dengan dalih mendukung suku Druze ditujukan untuk mengintensifkan konfrontasi dan semakin mengacaukan Suriah.

Di tengah situasi tersebut, al-Muna menghimbau semua pihak untuk lebih memilih dialog nasional guna mengatasi permasalahan di antara berbagai komunitas di Suriah.

Pemimpin Druze Lebanon Walid Joumblatt menyampaikan pidato pada pertemuan yang sama, menyerukan pembentukan komite investigasi untuk menyelidiki pelanggaran terhadap Druze dan Badui di negara Arab tersebut.

Sehari sebelumnya, ia juga memperingatkan dalam pernyataannya di stasiun radio RFI Prancis bahwa “Israel menggunakan Druze untuk memecah belah Suriah.”

Ia mengatakan “niat Israel untuk memecah belah negara” terlihat dari bentrokan yang terjadi antara kedua komunitas di Suriah.

Sumber: Presstv.ir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *