Tel Aviv – Seorang tentara Israel telah ditangkap dan secara resmi didakwa karena diduga memberikan informasi kepada intelijen Iran dengan imbalan kompensasi finansial.
Jaksa militer mendakwa tentara tersebut pada Kamis (17/7/2025) atas “kontak dengan agen asing dan menyebarkan informasi kepada musuh” dengan imbalan uang, menurut laporan media Israel.
Menurut laporan, informasi yang diduga dibagikan oleh prajurit tersebut tidak diklasifikasikan sebagai informasi sensitif atau terkait langsung dengan keamanan.
Laporan itu menyebutkan, rekaman itu memuat video aktivitas pencegat rudal dan foto lokasi serangan rudal serta lokasi dampak di wilayah pendudukan selama agresi Israel selama 12 hari bulan lalu terhadap Iran.
Saat itu, Israel melarang publikasi lokasi pasti serangan rudal Iran.
Kepolisian Israel, badan intelijen Shin Bet, dan Departemen Investigasi Kepolisian melakukan penangkapan tersebut setelah penyelidikan yang dilakukan bersama dengan apa yang disebut “Unit Kejahatan Nasional Lahav 433”.
Penangkapan prajurit tersebut telah diperpanjang hingga Selasa.
Sebelumnya pada hari Kamis, seorang guru berusia 33 tahun dari Negev didakwa karena diduga “melakukan tindakan atas perintah agen Iran dengan imbalan bayaran.”
Ketika puluhan warga Israel ditangkap dalam beberapa bulan terakhir karena dicurigai menjadi mata-mata untuk Iran, rezim Israel pada hari Rabu meluncurkan kampanye PR bertajuk “Uang Mudah, Harga Mahal”.
Kampanye ini, yang akan mencakup iklan di radio, situs web, dan media sosial, bertujuan untuk “meningkatkan kesadaran akan fenomena warga negara Israel yang bekerja sama dengan Iran, melaksanakan misi keamanan untuk Iran di Israel,” demikian bunyi siaran pers dari kantor pers kabinet Israel pada Rabu (16/7/2025).
Dugaan aktivitas mata-mata yang dilakukan oleh mata-mata Israel “termasuk memotret lokasi-lokasi militer dan sensitif, memindahkan senjata-senjata yang diduga ada di dalam negeri, dan menyiapkan rencana pembunuhan”, demikian yang dikutip The Times of Israel dari otoritas rezim tersebut.
Selain insentif finansial, beberapa pengawas mengatakan perpecahan politik yang mencengkeram entitas Israel mungkin juga mendorong warga Israel untuk melakukan kegiatan spionase.
Selama setahun terakhir, Shin Bet dan kepolisian Israel telah “mengungkap lebih dari 25 kasus perekrutan warga Israel oleh Iran untuk menjalankan berbagai misi, dan lebih dari 35 warga Israel telah didakwa dengan tuduhan berat”, menurut kantor pers.
Rezim Israel melancarkan tindakan agresi yang terang-terangan dan tidak beralasan terhadap Iran pada tanggal 13 Juni, membunuh banyak komandan militer dan ilmuwan nuklir berpangkat tinggi di samping warga sipil.
Ketika angkatan bersenjata Iran menggempur Israel beserta infrastruktur militer dan industrinya, menggunakan banyak rudal generasi baru yang secara tepat mengenai sasaran yang dituju, rezim yang sedang berjuang itu terpaksa secara sepihak mengumumkan gencatan senjata pada tanggal 24 Juni.
Sumber: Presstv.ir