BREAKING NEWSPBB

Iran Sebut Agresi Israel Terhadap Suriah Sebagai Eskalasi Berbahaya

×

Iran Sebut Agresi Israel Terhadap Suriah Sebagai Eskalasi Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Asap mengepul di atas Damaskus, Suriah, setelah serangan tentara Israel, 16 Juli 2025. (Foto: Reuters)

PBB – Iran mengutuk keras serangan militer Israel baru-baru ini terhadap Suriah dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Said Iravani mengecam memburuknya situasi di Suriah yang disebabkan oleh serangan Israel pada Rabu, 16 Juli, terhadap beberapa wilayah, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Suriah, Tn. Iravani mengatakan bahwa Israel menimbulkan ancaman paling serius dan berbahaya bagi perdamaian dan keamanan regional, karena tindakan agresi yang berkelanjutan dan dukungan politik dan militer tanpa syarat yang diterimanya dari Amerika Serikat dan sekutu Baratnya.

Serangan-serangan ini merupakan akibat langsung dari diamnya Dewan Keamanan dan kegagalan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan pencegahan yang efektif, kata perwakilan Iran, seraya menambahkan bahwa rezim tersebut sejauh ini tidak menghadapi akibat apa pun atas pelanggaran berulang terhadap hukum internasional, sehingga memungkinkannya untuk melanjutkan tindakan agresifnya tanpa hukuman.

Bapak Iravani mendesak Dewan Keamanan untuk memikul tanggung jawabnya dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya. Ia memperingatkan bahwa ketidakpedulian yang berkelanjutan hanya akan mendorong para agresor untuk meningkatkan pelanggaran mereka.

Sebagai pengingat, pasukan pendudukan Israel melancarkan gelombang serangan udara baru pada hari Rabu terhadap instalasi militer strategis di Damaskus dan melakukan serangan pesawat tak berawak di sekitar Sweida, di Suriah selatan.

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa beberapa orang tewas dalam serangan di Damaskus, yang menargetkan area dekat markas besar Kementerian Pertahanan dan istana presiden.

Tentara Israel mengklaim telah bertindak untuk menghalangi pasukan rezim Suriah, yang dituduhnya menargetkan minoritas Druze di Sweida, wilayah yang diguncang sejak pertengahan Juli oleh bentrokan dengan faksi Badui setempat.

Gelombang serangan terbaru terhadap Suriah telah memicu reaksi di seluruh dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya atas eskalasi tersebut dan mengutuk kekerasan terhadap warga sipil.

Sumber: Presstv.ir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *