Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan persyaratan untuk membangun sarana dan prasarana. Ia menyebut pembangunan prasarana harus mempunyai resiliensi terhadap beragam akibat suasana alias musibah yang mungkin timbul.
Menko AHY mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi wajib memperhatikan lingkungan hidup. Melalui info geospasial, maka dapat dipetakan mana wilayah yang rawan alias berpotensi terjadi.
“Para tokoh dalam pembangunan prasarana disebut tidak boleh sembarangan dalam membangun tanpa info dan info kredibel. Sehingga, perlu ada mitigasi untuk mengatasi potensi musibah,” kata AHY pada Rakornas Informasi Geospasial di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Ia menegaskan bahwa dalam pembangunan harus dilakukan perencanaan wilayah terintegrasi serta pengelolaan sumber daya alam. Sebab, hal tersebut akan memberikan akibat lebih baik untuk ekonomi dan kehidupan masyarakat.
AHY menekankan bahwa info geospasial mesti selalu berorientasi kepada penerima faedah, agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Informasi geospasial juga dinyatakan mesti berkarakter tangkas dan responsif terhadap perkembangan yang ada.
“Termasuk tantangan perubahan iklim, kebutuhan dan orientasi pembangunan ke depan. Ini penting, karena kita adalah negara agraris, kita siapkan tata ruang yang betul-betul mampu menjawab itu,” ujar Menko AHY.
Sumber: KBRN