Ternate – Musim ujian dan ujian akhir di kampus-kampus Ternate membawa dampak tidak hanya pada lingkungan akademik, namun juga menggairahkan aktivitas ekonomi lokal. Salah satunya terlihat di Pasar Buah Bahari Berkesan, yang menjadi pusat belanja siswa tingkat akhir untuk menyusun parsel buah sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing dan penguji.
Tradisi memberi cinderamata kepada dosen usai sidang skripsi memang bukan hal baru. Namun belakangan ini, tren parsel buah kian diminati karena dianggap sehat, sopan, dan penuh makna.
“Saya cari buah yang segar di Pasar Bahari Berkesan buat dibikin parsel. Isinya apel, pir, sama anggur, cukup sederhana tapi niatnya sampai,” ujar Ardy, mahasiswa semester akhir dari salah satu perguruan tinggi negeri di Ternate.
Menurut para pedagang buah, menjelang akhir semester, permintaan buah-buahan seperti apel Fuji, pir, anggur merah, dan jeruk meningkat cukup signifikan. Biasanya dibeli dalam jumlah kecil, tapi dikemas secara menarik untuk dijadikan parsel.
“Biasanya anak-anak pelajar yang datang. Mereka beli sekilo apel, sekilo pir, sama anggur 1/2 kilo. Terus tanya juga soal buah yang tampilannya bagus,” kata Nurbaeti, pedagang buah yang sudah 15 tahun berjualan di Pasar Bahari Berkesan, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.
Harga parsel pun bervariasi tergantung isi dan ukuran wadah. Paket kecil yang berisi apel, pir, dan anggur dengan kemasan piring mika atau kotak sederhana dibanderol mulai dari Rp70 ribu per paket . Sementara untuk paket yang lebih besar dengan tambahan buah impor atau madu, bisa mencapai Rp150 ribu ke atas.
Tren ini juga disambut hangat oleh para dosen. Beberapa mengaku terharu atas perhatian siswanya, meskipun mereka tidak pernah mengharapkan apa-apa. Dengan meningkatnya kebiasaan positif ini, Pasar Bahari Berkesan tidak hanya menjadi tempat belanja kebutuhan harian, tetapi juga bagian dari cerita manis antara mahasiswa dan dosen di masa-masa penting menuju kelulusan.
Sumber: RRI Ternate