Weda – Kabupaten Halmahera Tengah akan menjadi salah satu titik labuh kapal pesiar dalam ajang ‘Sail To Indonesia 2025’. Sail To Indonesia 2025, merupakan sebuah turnamen kapal pesiar internasional tahunan oleh pemerintah yang berlangsung Juli-November 2025.
Kapal pesiar dalam sail ini dijadwalkan akan tiba di Halmahera Tengah pada 12 November –15 November 2025. Agenda ini pun akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah Halmahera Tengah untuk mempromosikan seluruh potensi pariwisata setempat.
“Akan ada sekitar 10 – 25 negara yang akan melewati lautan Halmahera Tengah dan masing-masing membawa kapalnya sendiri. Para peserta akan mengunakan kapal jenis Phinisi dan kapal Yacth (kapal pesiar mewah) lainnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Halmahera Tengah, Salmun Saha, Sabtu (28/6/2025).
Menurut Salmun, ini merupakan tantangan besar sekaligus pengalaman baru bagi sektor wisata di Halmahera Tengah. Momen ini dapat membuka peluang perputaran ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Kapal-kapal itu akan mempromosikan daerah kita agar dikenal luas” ucap Salmun. Saat ini pemerintah daerah melalui dinasnya telah menyiapkan beberapa titik lokasi untuk menyambut kedatangan para yacther.
Pihaknya juga juga akan menyiapkan beberapa konten agenda kegiatan dan juga sarana pendukung atraksi budaya. Serta akses ke destinasi wisata yang mungkin nantinya akan dikunjungi.
”Kami juga masih terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak penyelenggaraan Sail To Indonesia 2025” kata Salmun. Dia juga mengatakan, Kemendagri juga mendorong dan mengimbau pemerintah daerah untuk menggencarkan promosi dan menyukseskan ajang ini.
”Alhamdulillah Bupati mendukung dan menyambut baik ajang ini. Dan mungkin dalam waktu dekat akan membentuk panitia bersama yakni lintas stakeholder,” ujarnya.
Pembentukan panitia bertujuan agar penyambutan kapal pesiar bisa berlangsung dengan maksimal dan memberikan kesan baik bagi wisatawan. Untuk itu kami memohon baik doa dan dukungan dari berbagai pihak demi suksesnya niatan dan tujuan baik kita semua,” kata Salmun, mengakhiri.
Peserta Sail to Indonesia 2025 akan mengunjungi destinasi wisata di 18 kabupaten/kota di Indonesia. Entry point (titik masuk) dari Ngiarvarat (Maluku Tenggara)-Banda Naira (Maluku Tengah)-Kota Ambo-Tifu (Buru Selatan) selanjutnya menuju kabupaten/kota lainnya di Indonesia, dan exit pointnya di Batam.
Sumber: KBRN