BERITA REDAKSIBREAKING NEWSTimur Tengah

Petinggi Hizbullah Akui Iran Berhasil Gagalkan Agresi Israel-Amerika

×

Petinggi Hizbullah Akui Iran Berhasil Gagalkan Agresi Israel-Amerika

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Lebanon Hizbullah Sheikh Naim Qassem menyampaikan pidato yang disiarkan televisi dari ibu kota Lebanon, Beirut, pada 26 Juni 2025. (Foto: PRESSTV/FAKTA)

Lebanon – Sekretaris jenderal gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah Sheikh Naim Qassem memuji ketangguhan Iran selama perang agresi Israel-Amerika baru-baru ini, dan mencatat bahwa Republik Islam muncul lebih kuat darinya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi dari ibu kota Lebanon, Beirut, pada Kamis (26/6/2025) malam menandai dimulainya bulan Islam Muharram. Sheikh Naim Qassem mengatakan tujuan utama Israel dan AS adalah untuk melemahkan kekuatan independen apapun yang mendukung perlawanan dan berjuang untuk pembebasan Palestina.

“Dosa terbesar Iran di mata AS dan rezim Zionis adalah dukungannya terhadap Palestina, al-Quds, serta warga Palestina yang tengah berjuang merebut kembali tanah mereka yang diduduki,” katanya.

Sheikh Naim mengatakan perang agresi Israel terhadap Iran hanyalah langkah lain dalam kampanye ekspansionisme rezim tersebut.

Pemimpin Hizbullah menyatakan bahwa Iran telah muncul lebih kuat setelah perang dan telah membuktikan kemampuannya untuk menghadapi tirani AS, rezim Israel, dan sebagian besar negara Eropa, tanpa mengorbankan prinsip-prinsipnya atau mundur dari nilai-nilainya.

Kepala Hizbullah menegaskan bahwa Teheran “telah dengan kokoh memantapkan kedudukan regional dan internasionalnya melalui keyakinan dan pilihannya, dan tidak pernah menyerah sedikit pun.”

Israel, imbuhnya, sekali lagi telah menunjukkan bahwa mereka tidak dapat bertahan sehari pun tanpa dukungan AS, sementara Iran telah membuktikan bahwa mereka dapat berdiri teguh melawan kekuatan global yang arogan.

Sheikh Qassem mencatat bahwa Republik Islam Iran telah menggagalkan tiga tujuan utama para agresor: menghentikan pengayaan uranium, menghancurkan program misilnya, dan memberlakukan perubahan rezim.

Iran “menghadapi agresi Israel-Amerika yang berakar pada kepalsuan dan dibangun sepenuhnya atas klaim yang tidak berdasar”, ungkapnya.

Pemimpin Hizbullah menggarisbawahi bahwa gerakan perlawanan Lebanon sepenuhnya mendukung keputusan kedaulatan Iran untuk menghadapi pendudukan dan hegemoni Amerika.

“Menyerah pada tuntutan asing bukanlah pilihan. Kami bertekad untuk menjaga martabat Lebanon bagi generasi mendatang, dan akan terus melakukan perlawanan, tidak peduli seberapa mahal harganya,” katanya.

Israel melancarkan perang agresi yang tidak beralasan terhadap Iran pada tanggal 13 Juni, menyerang lokasi nuklir, militer, dan pemukimannya, yang mengakibatkan tewasnya beberapa komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga biasa.

Angkatan bersenjata Iran menanggapi dengan 22 gelombang serangan rudal sebagai bagian dari Operasi True Promise III, yang menargetkan banyak lokasi strategis di seluruh wilayah yang diduduki Israel.

Sumber: Presstv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *