BREAKING NEWSTimur Tengah

Israel Sebut Total Kerugian Akibat Perang Melawan Iran Capai Rp418 Triliun Lebih

×

Israel Sebut Total Kerugian Akibat Perang Melawan Iran Capai Rp418 Triliun Lebih

Sebarkan artikel ini
Pasukan tentara Israel bekerja di lokasi serangan setelah serangan rudal dari Iran di Tel Aviv, 22 Juni 2025. (Foto: Reuters/Presstv)

Tel Aviv – Israel diperkirakan menderita kerugian langsung sebesar $12 miliar akibat perang agresi selama 12 hari terhadap Iran, dengan total kerugian berpotensi meningkat hingga $20 miliar atau setara dengan Rp418 triliun lebih, menurut media dan laporan ekonomi Israel.

Kerugiannya mencakup pengeluaran militer, kerusakan akibat serangan rudal, pembayaran kepada individu dan bisnis yang terkena dampak, dan perbaikan infrastruktur.

Para ahli memperingatkan jumlah akhir dapat mencapai $20 miliar setelah dampak ekonomi tidak langsung dan klaim kompensasi sipil dihitung sepenuhnya.

Menurut surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Kamis (26/6/2025), perbendaharaan rezim telah mengalami kerugian sebesar 22 miliar shekel ($6,46 miliar).

Militer Israel kini tengah mencari tambahan dana sebesar 40 miliar shekel ($11,7 miliar) atau Rp760 triliun, untuk mengisi kembali persediaan senjata, membeli pencegat tambahan dan senjata ofensif, serta memelihara unit cadangan, menyusul permintaan sebelum perang sebesar 10 miliar dan kemudian 30 miliar shekel.

Defisit anggaran Israel diperkirakan naik hingga sekitar 6 persen di tengah tantangan untuk membiayai biaya perang, yang bertambah akibat defisit yang telah terakumulasi selama perang Gaza.

Langkah ini bertepatan dengan perkiraan perlambatan ekonomi setidaknya 0,2 persen, yang selanjutnya akan mengurangi pendapatan pajak.

Pengeluaran militer besar-besaran

Harian bisnis Israel Calcalist melaporkan bahwa kabinet rezim tersebut telah menghabiskan sekitar $5 miliar, sekitar $725 juta per hari, untuk operasi ofensif terhadap Iran dan tindakan defensif untuk mencegat serangan rudal dan pesawat tak berawak Teheran.

Kompensasinya saja diperkirakan menelan biaya sedikitnya lima miliar shekel ($1,5 miliar).

TheMarker mengonfirmasi pada hari Senin bahwa kerusakan fisik akibat serangan rudal Iran telah melampaui 5 miliar shekel ($1,5 miliar).

Para analis ekonomi telah memperingatkan bahwa memperpanjang perang bisa saja mendorong ekonomi Israel yang sedang berjuang ke ambang kehancuran.

Menurut perkiraan pajak properti, sekitar 15.000 pemukim Israel terpaksa mengungsi dari unit mereka karena kerusakan yang disebabkan oleh operasi pembalasan Iran, dengan banyak yang pindah ke hotel di seluruh wilayah yang diduduki.

Biaya akomodasi hotel mereka saat ini diperkirakan sekitar 100 juta shekel ($29 juta. Rezim harus membayar sewa untuk jangka waktu yang tidak diketahui kepada ratusan atau ribuan keluarga, beberapa di antaranya jangka panjang, hingga bangunan yang runtuh dibangun kembali – sebuah proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.”

Sejauh ini, lebih dari 41.000 klaim telah diajukan ke dana kompensasi rezim, dan masih banyak lagi yang diperkirakan, menurut data yang diterbitkan oleh surat kabar sayap kanan Israel Hayom.

Dari jumlah tersebut, sekitar 33.000 klaim diajukan untuk kerusakan bangunan, sementara lebih dari 8.000 terkait dengan kerusakan kendaraan, properti, dan peralatan. Mayoritas klaim – sekitar 26.000 – diajukan oleh penduduk Tel Aviv.

Sebelum 7 Oktober 2023, sekitar 6.000 pemukim menerima kompensasi permanen dari rezim. Jumlah itu meningkat tajam menjadi 25.000 setelah operasi yang dipimpin Hamas di dalam permukiman selatan.

Menurut TheMarker, angka ini diperkirakan akan terus meningkat setelah perang melawan Iran.

Seruan untuk dukungan AS

Menurut sebuah laporan, mengutip orang dalam kementerian keuangan, Israel sedang mempertimbangkan untuk meminta Washington dukungan keuangan tambahan, baik sebagai bantuan atau pinjaman terjamin, untuk mengurangi biaya perang dan mendanai prioritas militer yang mendesak.

Pada tanggal 13 Juni, Israel melancarkan agresi tak beralasan terhadap Iran, menargetkan fasilitas nuklir dan membunuh komandan militer senior dan ilmuwan serta warga sipil biasa.

Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan pesawat tak berawak yang menyerang beberapa lokasi sensitif dan strategis Israel, seperti yang dikonfirmasi oleh outlet media Israel.

Kementerian Kesehatan Israel mengonfirmasi 29 kematian dan 3.238 cedera akibat serangan balasan Iran, meskipun pengamat mengatakan angka tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi karena sejarah Israel dalam menyensor statistik korban.

Marker menggolongkan serangan rudal tersebut sebagai serangan yang menimbulkan kehancuran “apokaliptik”, dengan taksiran kerusakan awal mencapai sedikitnya 5 miliar shekel ($1,4 miliar).

Israel terpaksa menerima secara sepihak gencatan senjata yang diusulkan AS setelah mengalami kerugian besar dan gagal menghancurkan infrastruktur nuklir Iran.

Setelah gencatan senjata mulai berlaku pada hari Selasa, menteri keuangan ekstremis Israel Bezalel Smotrich dikutip mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa pagi ini meninggalkan rasa pahit.”

Sumber: Presstv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *