Amerika Serikat – Seorang ahli strategi politik dan mantan penasihat Presiden AS Donald Trump Steve Bannon, mengatakan rezim Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran untuk “menyelamatkan” dirinya sendiri karena agresi yang dilancarkannya melampaui kemampuannya.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Rabu (25/6/2025), Bannon mengatakan gencatan senjata yang ditengahi AS dan diterima secara sepihak oleh rezim tersebut “dimaksudkan untuk menyelamatkan Israel.”
“Itulah cerita tersembunyi di sini,” kata Bannon dalam sebuah wawancara. “Mereka melakukan lebih dari yang bisa mereka lakukan. Mereka sudah bertindak sejauh itu,” katanya, saat Iran memberikan pukulan berat kepada Israel.
Ia secara khusus merujuk pada malam terakhir operasi militer pembalasan Iran ‘Janji Sejati III’ ketika serangkaian rudal generasi baru diluncurkan ke wilayah yang diduduki, mengakibatkan banyak korban dan kerusakan yang meluas.
Media Israel melaporkan bahwa sedikitnya 11 rudal diluncurkan dari Iran dalam lima salvo. Sedikitnya 8 orang tewas dan 30 lainnya cedera dalam serangan balasan terhadap Beer Sheba.
Sirene udara juga berbunyi di Haifa dan wilayah di bagian utara wilayah pendudukan, dan ledakan terdengar di Tel Aviv dan wilayah pendudukan tengah.
“Kemarin adalah hari yang brutal bagi warga Israel, menerima serangan yang mengerikan, terutama di Tel Aviv dan saya kira juga Beersheba,” kata eksekutif media dan ahli strategi terkemuka itu.
Bannon mengatakan Trump menengahi gencatan senjata “dengan bantuan Qatar,” karena rezim Israel kehabisan “amunisi pertahanan.”
Pada dini hari tanggal 13 Juni, rezim Israel melancarkan agresi habis-habisan di tanah Iran dengan menargetkan berbagai situs militer dan nuklir, yang merenggut nyawa puluhan komandan militer dan ilmuwan nuklir serta warga sipil biasa.
Angkatan bersenjata Iran menggempur rezim tersebut beserta infrastruktur militer dan industrinya, menggunakan banyak rudal generasi baru yang secara efisien menyerang sasaran yang dituju.
Rezim Israel yang sedang berjuang dipaksa menerima kesepakatan gencatan senjata secara sepihak pada tanggal 24 Juni.
Sumber: Presstv