Yaman, FaktaInvestigasi – Juru bicara gerakan perlawanan Ansarullah Yaman pad Selasa (24/6/2025) mengatakan Iran telah muncul sebagai pemenang atas rezim Israel, Amerika Serikat, dan kekuatan Barat lainnya yang mendukung agresi di wilayah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (23/6/2025), Mohammad Abdul-Salam memuji serangan rudal Iran yang dilakukan setiap hari dan merusak terhadap rezim Israel, menyebutnya sebagai babak bersejarah tentang martabat dan ketahanan.
“Iran telah membuat sejarah sebagai negara Islam pertama yang menghadapi musuh yang dipersenjatai dengan persenjataan Barat yang paling canggih,” katanya.
Ia menekankan bahwa konfrontasi tidak terbatas pada Israel saja, yang dipandang sebagai pos terdepan utama Amerika di kawasan tersebut, tetapi juga meluas ke Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya, yang berdiri dalam solidaritas dengan para agresor.
Abdul-Salam menambahkan bahwa keberhasilan Iran dalam mempertahankan hak nuklir damainya dan komitmennya yang teguh terhadap prinsip-prinsip inti menandai kegagalan yang jelas bagi musuh-musuhnya dalam mencapai tujuan yang mereka nyatakan.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah rezim Israel dipaksa melakukan gencatan senjata oleh Iran setelah menderita kerugian besar dalam serangan balasan dan setelah pemerintahan Trump memutuskan untuk tidak melakukan eskalasi lebih lanjut menyusul serangan sukses Iran terhadap pangkalan terbesar Amerika di Qatar.
Dalam 12 hari sejak rezim Israel melancarkan agresi yang tidak beralasan dan melanggar hukum terhadap Republik Islam, angkatan bersenjata Iran melaksanakan 22 tahap Operasi True Promise III, yang memberikan pukulan berat terhadap rezim dan infrastruktur intelijen militernya.
Operasi harian memaksa jutaan pemukim di wilayah pendudukan bersembunyi di tempat perlindungan bawah tanah atau melarikan diri melalui laut.
Sumber: Press TV