Kab Halut

Sukseskan Program Bupati, Khususnya Pengembangan Sektor Perikanan, DKP Halut Usulkan Kampung Nelayan ke Kementerian KKP

×

Sukseskan Program Bupati, Khususnya Pengembangan Sektor Perikanan, DKP Halut Usulkan Kampung Nelayan ke Kementerian KKP

Sebarkan artikel ini

Halut,Faktainvestigasi – Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua M.Si dan Dr. Kasman Hi Ahmad M.Pd yaitu membangun Halmahera Utara yang Sehat, Terdidik, Berbudaya, Aman dan Sejahtera (SETARA), tentu butuh kolaborasi semua pihak.

Diawal pemerintahan Piet-Kasman, program-program diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada empat kawasan pengembangan, yakni kawasan industri, jasa, hortikultura, dan perikanan.

Mengenai pengembangan perikanan yang berada pada wilayah Loloda, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berencana akan membangun kampung nelayan Merah Putih.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Perikanan DKP Kabupaten Halmahera Utara Junis Kojoba, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (Selasa, 17/06/2025) mengatakan, siap mendukung program Bupati dan Wakil Bupati untuk pengembangan khususnya di sektor Perikanan.

“Kami dari dinas sudah tindaklanjuti”, ucapnya

Berdasarkan penyampaian dari Bupati, Halmahera Utara akan di bangun tiga Kampung nelayan diantaranya Di bagian Utara tepatnya di Desa Supu kecamatan Loloda Utara, kemudian di Desa Tolonuo, Kecamatan Tobelo Utara, dan Bagian selatan tepatnya di Desa Lofra, Kecamatan Kao

Junis mengatakan, syarat dasar untuk menjadikan satu kampung menjadi kampung nelayan tentu harus melihat jumlah nelayan. Artinya profesi masyarakat setempat, minimal harus 60 sampai 70 persen.

Lanjut dikatakannya, tujuan dari Kampung Nelayan ini, yaitu untuk pengembangan sektor perikanan. Selain itu, juga untuk peningkatan perekonomian desa.

“Maka dalam Progresnya, kami dari dinas telah melakukan pengusulan proposal. Dan itu sudah Kami kirim untuk diajukan ke kementerian perikanan Yakni kampung nelayan di Desa Supu”, ucapnya

Junis menambahkan jika beberapa desa tersebut dijadikan sebagai kampung nelayan maka segala kebutuhan nelayan setempat akan terpenuhi melalui bantuan Pamboat, dan sarana prasarana lainnya.

“Ini yang menjadi acuan dari pembentukan kampung nelayan. Sehingga ada peningkatan ekonomi bagi nelayan itu sendiri”, tuturnya

“Untuk hasil tangkap nelayan pasarnya sudah ada. Baik melalui expor lokal maupun expor luar. Expor lokal dapat di distribusikan ke PT NHM dan di Weda. Untuk expor luar yaitu ke Surabaya, Jakarta dan Bitung dengan jenis ikan cakalang, Tuna, ikan campur bahkan udang. Dan hal itu, telah Kami bangun koordinasi untuk memperjelas kerja Sama dalam pendistribusian ikan tersebut”, ucapnya

Hal ini kata Junis, untuk memperluas wilayah expor ikan serta memenuhi permintaan pasar. Maka wilayah-wilayah tersebut, yang mempunyai dampak perikanan, di jadikan sebagai Kampung Nelayan.

Menyentil soal faktor teknis yang menjadi kendala pembangunan kampung nelayan Junis mengatakan, untuk desa Supu kecamatan loloda Utara yaitu, Infrastruktur jalan serta cuaca alam.

“Sehingga dalam proposal, kami ajukan permintaan bantuan Pamboat untuk mendukung aktivitas nelayan setempat. Bantuan tersebut bersumber dari APBN lewat Kementerian Perikanan, sedangkan Pemerintah Daerah yaitu menyiapkan lahan dan SDM”, tuturnya

Selanjutnya, pemetaan untuk kampung nelayan didasarkan pada jumlah penduduk, nilai potensi, sarana umum serta luas lahan. Untuk Loloda sudah di kirim ke kementerian sebagai usulan. Untuk wilayah Tobelo dan Selatan, pihaknya masih melakukan tahapan pemetaan.

Hal senada juga disampaikan Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Utara, Victor Mangimbulude.

Kepada wartawan Victor mengatakan, kesiapan pembangunan Kampung nelayan merah putih, sudah dalam usulan ke Kementerian perikanan. Dan sementara ini, difokuskan ke arah Loloda. Hal ini sesuai dengan arahan dari Bupati seperti strategi hilirisasi.

Maka akan dibangun sarana pendukung di lokasi tersebut seperti, pembangunan pabrik es, Cold Storage, balai pelatihan kerja, termasuk sarana prasarana pendukung meliputi perahu dan alat tangkap bagi nelayan, serta ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) oleh pihak pengusaha di wilayah tersebut.

Menurut Kadis, nantinya dalam pelaksanaan akan berdampak pada kampung tetangga.

Selanjutnya Victor mengatakan,
dengan pertimbangan pelabuhan, maka kampung yang sudah masuk dalam usulan ke kementerian perikanan yaitu desa Supu. Namun itu tergantung dari proses survei yang nanti dilakukan oleh kementerian.

“Kami, Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Utara optimis, mendapatkan bantuan anggaran dari APBN. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan prioritas bagi nelayan di desa Supu seperti, bantuan pamboat, infrastruktur jalan dan listrik”, ucapnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *