Kab Halbar

Sopir Lintas Antar Pulau Minta Gubernur Malut dan Bupati Halbar Tertibkan Organda Moda, Ini Masalahnya

×

Sopir Lintas Antar Pulau Minta Gubernur Malut dan Bupati Halbar Tertibkan Organda Moda, Ini Masalahnya

Sebarkan artikel ini

Halbar Faktainvestigasi – Sejumlah sopir lintas antar pulau di pelabuhan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) merasa ditekan oleh oknum anggota dan pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Moda khususnya mobil truk yang bermuatan ke kapal Ferry tujuan pelabuhan Bitung. Pasalnya, beberapa sopir diminta tidak melakukan pembuatan ke kapal jika bukan anggota Organda Moda, Selasa (22/04/2025).

Sejumlah sopir lintas antar pulau di pelabuhan Jailolo Halmahera Barat mendapat tekanan dan dipungut biaya masuk pelabuhan sebesar Rp.250.000/Mobil Truk.

Menurut informasi dari salah satu sopir lintas antar pulau tersebut yang enggan menyebutkan namanya, Ia mengaku ditekan oleh oknum anggota dan pengurus Organda Moda Jailolo bahwa harus menjadi anggota Organda Moda untuk masuk kepelabuhan Ferry Jailolo dengan tujuan mengantar barang muatannya ke kapal Ferry yang menuju Pelabuhan Bitung.

” Dorang dari organda moda jailolo bilang kalau mau muat barang masuk ke pelabuhan harus daftar dulu menjadi anggota Organda Moda dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.5 juta/anggota atau sopir lintas tersebut,” jelasnya kepada beberapa awak media.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu sopir lintas yang lain, dia mengatakan bahwa, oknum Organda Moda menekankan kalau belum menjadi anggota Organda Moda tidak boleh melakukan pemuatan ke kapal. Selain itu, pihak kapal juga ditekan agar tidak menerima muatan dari sopir yang bukan anggota Organda Moda Jailolo.

“Mereka juga menekan pihak Kapal melarang menerima atau menaikan mobil truk yang bermuatan yang bukan anggota Organda Moda. Kalau pihak kapal sampai menaikan truk tersebut, maka sopir Organda moda tidak akan memuat barangnya ke kapal ferry itu yang tujuan ke Bitung,” katanya.

Atas persoalan ini, Sopir lintas antar pulau tersebut dan pihak kapal Ferry meminta kepada Gubernur Maluku Utara dan Bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), agar dapat menertibkan Organda Moda. Hal ini agar sistem pengangkutan barang dan jasa antar pulau dapat terwujud sistem ekonomi yang efisien dan efektif di Maluku Utara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *