TERNATE, FAKTA – Kondisi cuaca di wilayah Provinsi Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir ini terjadi cuaca ektrim, dengan hujan dengan intensitas lebat disertai dengan petir dan angin kencang.
Ini diakibatkan karena saat ini wilayah Maluku Utara sudah masuk masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.
Kepala BMKG Staisun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Koordinator Data dan Informasi Zaky Alin Nuari pada Jumat (12/7/2024) mengatakan, akibat kondisi hujan lebat yang terjadi pada beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa wilayah di Maluku Utara. Kondisi ini karena pada bulan Mei dan Juni hingga akhir Juli 2024 sudah masuk musim peralihat dari penghujan ke musim kemarau.
“Pada musim peralihan ini menimbulkan adanya awan konvektif yang cukup ekstrim yang mengakibatkan hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di Wilayah Maluku Utara,” ujar Zaky.
Pada beberapa wilayah di Maluku Utara kata Zaky diperkirakan pada bulan Juli ini juga Agustus dan September 2024 terjadi ketinggian gelombang yang dapat mencapai 2 meter bahkan lebih di perairan bagian selatan di Bacan, Obi, Capalulu, Sanana dan Bobong.
“Diprediksi juga gelombang tinggi akan terjadi di perairan Batang Dua menuju Bitung yang dapat mencapai lebih dari dua meter,” ucap Zaky.
Masyarakat di Maluku Utara diminta waspada dengan kondisi hujan lebat yang sering terjadi akhir-akhir ini. Disamping itu juga kepada perusahaan pelayaran dan para nakhoda juga nelayan serta motoris agar berhati-hati ketika berlayar karena hujan lebat juga sering disertai dengan angin kencang dan gelombang tinggi.
“Khusus pada perusahaan pelayaran dan para nakhoda juga nelayan serta motoris agar berhati-hati ketika berlayar karena hujan lebat juga sering disertai dengan angin kencang yang menimbulkan gelombang tinggi,” paparnya.
AD/RRI