JAKARTA, FAKTA – Kualitas udara di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir kembali menjadi perhatian. Hal ini lantaran berada pada kondisi buruk akibat polusi udara.
Data situs pemantau kualitas udara IQAir, Kamis (27/06/2024) 15.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta pada angka 68. Angka itu masuk pada kategori sedang.
Kondisi ini lebih baik dari pemantauan kualitas udara pada pagi harinya, pukul 05.40 WIB terpantau berada di angka 151 dengan kategori tidak sehat. Membaiknya kualitas udara pada Kamis siang disebabkan karena guyuran hujan di sebagian wilayah di Jakarta saat menjelang siang.
Saat musim kemarau tiba, kualitas udara di Jakarta selalu menjadi sorotan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi semua kalangan masyarakat.
“Beberapa hari belakangan ini memang Jakarta polusi udaranya parah. Hawa panasnya berbeda dan membuat tidak nyaman,” ucap Fifi, salah satu warga Jakarta.

Fifi yang hampir setiap hari beraktivitas di luar rumah mengaku kerap terganggu dengan polusi udara di Jakarta. “Akhirnya saya terpaksa menghirup asap kendaraan setiap hari,” katanya.
Paparan polusi udara yang berlangsung terus-menerus membuat Raicha, warga Jakarta lainnya, merasakan dampak buruk terhadap kesehatannya. Mahasiswi di salah satu universitas di Jakarta ini memiliki riwayat penyakit pernafasan.
“Saya punya penyakit asma. Kalau sedang di jalanan dan menghirup debu, sering kambuh sesak nafasnya,” kata Raicha.
Untuk memantau kualitas udara di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI memperbanyak Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU). Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber polusi udara.
“Kami percaya bisa terus memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Ini dilakukan demi kesehatan dan kenyamanan seluruh warga Jakarta,” kata Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangannya, Kamis (27/06/2024).
AD/KBRN