Liputan Haji 2026

Menag: Wacana Tenda Mina Bertingkat Atasi Kepadatan di Maktab

×

Menag: Wacana Tenda Mina Bertingkat Atasi Kepadatan di Maktab

Sebarkan artikel ini
Sejumlah jamaah haji Indonesia tidur di salah satu tenda jamaah haji di Mina, Arab Saudi, Senin (17/6/2024) waktu setempat. (Foto: ANTARA/HO-DPR/Fakta)

MAKKAH, FAKTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, terkait pelayanan haji 2024. Terutama terkait kondisi Mina yang menuai banyak kritikan dan masukan dari berbagai pihak.

Menurutnya, pelayanan di kawasan Mina memang menjadi sorotan banyak pihak. Mulai dari kondisi tenda yang tidak sebanding dengan jumlah jemaah, hingga kekurangan tenda.

“Dalam kesempatam bertemu Menteri Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi, Tawfiq bin Fauzan Al-Rabiah, Saya selalu sampaikan itu, apakah tak mungkin mina ditambah,” ujar Menag saat malam apresiasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Makkah, Rabu (19/6/2024) malam.

Menag mengatakan, salah satu solusi yang ditawarkan adalah tenda yang dibuat bertingkat. Namun, ini tidak bisa cepat dan mudah. Lantaran, perlu persetujuan dan komunikasi intens dengan Kementerian haji dan umrah Arab Saudi.

“Mungkinkah solusinya agar bisa menampung jemaah lebih banyak. Seperti double deck,” ujarnya.

Diakui pria yang akrab disapa Gus Men lahan di Mina memang tidak bisa diperluas untuk menampung jemaah tiap tahunnya. Kondisi ini tentu akan rumit jika kuota haji terus bertambah tiap tahunnya.

“Karena memperluas lahan mina tak mungkin. Sementara kalau space tetap tapi jemaah terus bertambah, pasti akan terjadi kepadatan itu,” ujar Gus Men.

Namun perlu diingat oleh seluruh pihak, kepadatan bukan terjadi hanya pada jemaah haji Indonesia saja, namun juga negara lain. Gus Men yakin, Menteri Haji Dan Umrah pasti sudah memikirkan solusi.

“Saya yakin. Tapi ini kan bukan sulapan. Perlu riset, kita berharap ada solusi mina,” ucap Gus Men.

Hal ini karena jika tenda dibuat bertingkat, ada keamanan yang harus dipikirkan. “Dibuat bertingkat ada efek keamanan yang harus diperhitungkan,” katanya.

“Hal ini karena bagi Kemenag dan Kementerian Arab Saudi pastinya. Terutama keamanan dan kenyamanan jemaah haji, para Tamu Allah adalah yang utama,” ujarnya.

Sementara untuk Tanazul atau kembali ke hotel, Gus Men mengatakan, ada satu masalah yang memang harus ada solusinya. “Problem tanazul, solusi bukan kemah khsusus tapi transportasi” kata Gus Men.

“Namun problem lalu lintas padat. Utamanya saat puncak haji,”.

Hal ini kata Gus Men karena jika bicara tentang pelayanan tentang haji, maka semua hal akan saling terkait. Sementara menjadikan Mina Jadid jadi tempat mabit bagi jemaah haji itu bukan lah solusi.

“Mina jadid itu bukan solusi. Rapat dengan DPR memutuskan kita tak lagi memakai kawasan Mina jadid untuk jemaah indonesia. Karena jaraknya juga jauh dari jamarot,” ucapnya.

 

AAD/KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *