HALBAR, FAKTA – Tim Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Ibu, Kabupaten Halmahera Barat pagi tadi menjemput sekaligus memulangkan ratusan warga pengungsi mandiri erupsi Gunung Api Ibu, yang berada di tepi sungai Tolabit, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara.
Camat Ibu Utara (Tabaru), Ongky Datang saat dikonfirmasi mengungkapkan, penjemputan ratusan warga pengungsi mandiri di wilayah Tolabit itu, karena desa yang mereka tempati di Kecamatan Ibu Utara tidak masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) erupsi Gunung Ibu, sehingga Pemerintah Kecamatan bersama Tim Tanggap Darurat Bencana Gunung Ibu menjemput sekaligus mengantar ke rumah masing-masing.
“Mereka yang dipulangkan itu dari Desa Togoreba Tua, Tolisaor, Arujaya dan Pasalulu yang semuanya mengungsi secara mandiri di tepi sungai Tolabit tidak masuk dalam KRB, namun karena kepanikan saat erupsi terjadi sehingga mereka melarikan diri untuk mengungsi ke lokasi tersebut,” kata Ongky Datang, Selasa (18/6/2024).
Ongky menambahkan, sebelumnya beberapa hari kemarin dirinya bersama Kepala Dinas Sosial Halbar berkunjung ke lokasi pengungsi mandiri di Tolabit bahwa ada sebagian yang ingin kembali ke rumah.
“Saat kami berkunjung, ada beberapa warga yang bertanya, apakah sudah bisa pulang ke rumah?, dan setelah mendengar itu, kami langsung menjawab jika ingin kembali ke rumah, maka kami akan siapkan beberapa transportasi, dan pagi tadi kami sudah memulangkan sebagian warga,” jelasnya.
“Ada sebagian warga lain masing berada di lokasi, lantaran transportasi tidak mampu mengangkut mereka, sehingga besok kami akan kembali untuk menjemput sebagian warga itu,” sambungnya.
Sementara untuk warga yang mengungsi secara mandiri di Gunung Opan dan Desa Bosala, kata Ongky, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah dan sebagian lagi masih berada dilokasi pengungsian tersebut.
“Saya berharap, warga pengungsi yang masih berada di camp pengungsian di Kecamatan Ibu, agar tetap patuhi arahan dan perintah dari Tim Pos Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Ibu, sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan hal hal negatif lainnya,” harap Ongky, mengakhiri.
AD/KBRN