Kab Morotai

Terobos Kantor Bupati Morotai, Massa Aksi Baku Hantam dengan Satpol PP

×

Terobos Kantor Bupati Morotai, Massa Aksi Baku Hantam dengan Satpol PP

Sebarkan artikel ini
Massa aksi yang terjatuh saat terjadi baku hantam dengan anggota Satpol PP Pulau Morotai. (Foto: Tandaseru/Fakta)

MOROTAI, Fakta – Satpol PP Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kecolongan dengan aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa (Geram). Dalam demonstrasi, Rabu (5/6/2024), massa aksi berhasil menerobos kantor bupati.

Di lobi kantor bupati, negosiasi antara massa aksi dan pihak keamanan berujung nyaris baku hantam. Massa aksi kesal lantaran tidak bisa bertemu Pj Bupati Burnawan maupun Sekda Muhammad Umar Ali. Kedua pejabat daerah itu tengah mengikuti kegiatan di luar.

Pukul 13:57 WIT, Satpol PP menggiring paksa massa aksi keluar dan terjadilah baku hantam. Satu mahasiswa bahkan terjatuh di aspal.

Kepala Operasional Satpol PP Anwar Sabadar mengaku kecolongan sehingga mahasiswa dengan bebas menerobos kantor.

“Saya ada marah anggota. Terus mahasiswa ada bilang kalau Kasatpol PP sudah mengizinkan. Tadi saya sudah bilang silahkan sampaikan aspirasi, 14 tuntutan, tapi untuk masuk ke dalam tidak diizinkan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Aril Baba menyampikan tuntutan massa sebanyak 14 poin.

“Hadirkan transportasi laut untuk siswa desa Saminyamau, aktifkan koperasi nelayan di 88 desa, meminta Inspektorat segera menuntaskan dana BUMDes desa Korago dan desa Sambiki baru, Pj Bupati segera mengevaluasi kepala-kepala OPD, hadirkan home industry, tuntaskan problem air bersih di desa Pandanga, desa Juanga, desa Mandiri, desa Joubela, RSUD Ir Soekarno, penegak hukum segera periksa 9 sub agen minyak tanah, tuntaskan jalan alternatif di desa Waringin, stop mengimpor bawang, rica, tomat (barito), aktifkan BUMDes kelola kopra, segera lantik 7 calon kepala desa yang memenangkan sengketa pilkades di PTUN Ambon, segera aktifkan BBM subsidi nelayan, meminta Dinas Pertanian untuk lebih produktif, serta mempertanyakan kehadiran Perusahaan Daerah (Perusda),” paparnya.

TS/CAKEN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *