Kab HalselProvinsi Malut

Kades Lata-Lata Berhasil Bangun Dermaga Tambatan Perahu Nelayan Dengan DD

×

Kades Lata-Lata Berhasil Bangun Dermaga Tambatan Perahu Nelayan Dengan DD

Sebarkan artikel ini

HALSEL, FAKTA– Kreatifitas Kepala Desa Lata-Lata, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Muhammad Nur Senen berhasil membangun sebuah proyek dermaga untuk tambatan perahu kapal nelayan sepanjang 25 meter dengan menggunakan dana desa (DD) Tahun 2023, dengan nilai anggaran sebesar Rp310 juta lebih. Akibat dari pembangunan itu, Kades Lata-Lata mendapat menuai pujian dari masyarakatnya.

Dermaga nelayan yang direncanakan sejak awal sebagai proyek dermaga tambatan perahu untuk kapal nelayan yang diberi nama jembatan ekonomi Lata-Lata dengan ukuran lebar dan panjang 4×25 meter persegi yang berbentuk moderenisasi di atas permukaan air.

“Pada hari ini kita sama-sama menyaksikan kretivitas anak-anak kampong yang telah bekerja secara maksimal untuk bahu membahu membangun sebuah dermaga jenis tambatan perahu bagi nelayan. Mudah-mudahan dengan adanya infrastrktur ini, masyarakat bisa menghidupkan perekonomian lokal yang ada di desa Lata-Lata,” kata Kades M Nur Senen, pada media ini di Ternate, Selasa (5/12/2023).

Lebih lanjut M Nur menegaskan biaya pembangunan infrastruktur dermaga tambatan perahu itu menggunakan dana desa yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.310juta. Dan telah menghasilkan fasilitas yang lebih bagus dan terbaik di desa Lata-Lata.

“Dermaga ini saya dan warga buat untuk menjawab tantangan ekonomi yang ada di desa Lata-Lata. Kalau ada warga yang melakukan aktifitas nelayan atau bongkar muat dan menjadikan peluang ekonomi dilokasi ini saya sangat mendukung, apalagi jika masyarakat yang tinggal disekitar dermaga misalnya dengan cara menyiapkan atau menjual makanan bagi pengunjung yang ingin melakukan aktifitas diarea ini, tentu sangat menguntungkan dan akan menghidupkan kembali perekonomian desa kita,” ujarnya.

Kepala Desa yang juga mantan pensiunan polisi ini mengungkapkan bahwa selama dalam proses pembangunan itu, pihaknya telah banyak mendapat masukan dan kritikan dari semua pihak. Dan ketika selesai pekerjaannya banyak warga yang lebih menilai bahwa dermaga tersebut sangat baik dan positif.

“Dermaga atau tambatan perahu ini sengaja kami buat yang menarik dan indah, karena sejak awal kawasan laut yang ada di Desa Lata-Lata telah menjadi daerah perlindungan laut (DPL) atau kawasan terlindungi sehingga masyarakat menyebutnya dalam bahasa setempat dengan sebutan ‘Saele ma pemandangan ofi bahaya,” ungkapnya.

Adapun luas kawasan pulau sedeng sekitar satu kilomoter dari bibir pantai ke arah laut seberang, dan membentang sekitar 2 kilometer ke arah tanjung Boosu Madere dan tanjung Huda Gam, yang berhempit dengan Tanjung Nusa Pao.

“Biota laut di kawasan Lata-Lata sudah kami jaga kurang lebih ratusan tahun. Dan sampai saat ini terumbu karangnya masih terus kami jaga,” ucap Kades.

Lebih lanjut Kades menegaskan pihaknya pada tahun 2023 ini telah memporsikan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan wisata desa. Untuk pada tahun 2024 nanti, pihaknya akan berkonsentrasi pada dana desa dalam pembangunan jalan, pembangunan MCK dan penerangan lampu jalan.

Karena menurut dia pembangunan dalam desa harus digenjot demi kemajuan desa dan hal tersebut merupakan hasil mufakat masyarakat Desa Lata-Lata.

“Sejumlah program yang selama ini tertunda akan kami programkan kembali. Kami sudah berkomitmen dengan seluruh masyarakat bahwa kami ingin membangun dan menciptakan desa Lata-Lata yang maju dan desa yang mandiri,” tuturnya.

A. Madjit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *