faktainvestigasi.com
Jakarta, 21 Juli 2026 – Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara menggelar seminar bertajuk “Perempuan Berdaya di Era Digital: Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Media Sosial” di Aula Kantor Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menangkap berbagai peluang di era transformasi digital.
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, mengatakan seminar ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan. Saat ini, media sosial telah berkembang menjadi instrumen yang efektif untuk membangun jejaring, mengembangkan usaha mikro, hingga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Perempuan tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku yang berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga hingga pembangunan sosial di lingkungannya,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, literasi digital kini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan kemampuan memanfaatkan media sosial secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab, perempuan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat daya saing di era ekonomi digital.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Hal tersebut juga sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025–2029.
“Perempuan yang sehat, mandiri secara ekonomi, dan cakap digital akan menjadi modal sosial yang penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global,” katanya.
Meski demikian, Agung juga mengingatkan adanya berbagai tantangan dalam perkembangan teknologi, seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, judi daring, hingga kekerasan berbasis gender di ruang digital. Oleh karena itu, literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan etika.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mulai dari keluarga hingga kelompok PKK dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi menciptakan ruang digital yang aman dan produktif. Mari kita lahirkan perempuan Jakarta Utara yang inovatif, tangguh, dan menjadi motor penggerak pembangunan,” tandasnya.