Kab Halut

Bupati Halut Lantik 14 Pejabat Eselon III, Tegaskan Mutasi Sesuai Prosedur BKN

×

Bupati Halut Lantik 14 Pejabat Eselon III, Tegaskan Mutasi Sesuai Prosedur BKN

Sebarkan artikel ini

Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kembali melakukan penyegaran di tubuh birokrasi. Sebanyak 14 pejabat struktural eselon III resmi dilantik oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, pada Selasa (7/10) bertempat di Pendopo Kantor Bupati, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.

Pelantikan yang berlangsung khidmat pada pukul 09.15 WIT itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, Sekda Drs. E.J. Papilaya MTP, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa proses mutasi dan pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Halmahera Utara dilakukan sepenuhnya berdasarkan prosedur dan hasil evaluasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Banyak yang bertanya-tanya tentang mutasi pejabat, tapi kita tegaskan semua proses ini berjalan sesuai dengan mekanisme. Dari seratus lebih nama yang kami ajukan ke BKN pusat, baru 14 yang disetujui dan dilantik hari ini. Semuanya berdasarkan manajemen talenta dan evaluasi yang telah kami paparkan langsung ke BKN,” ujar Piet Hein.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Halmahera Utara telah melakukan presentasi manajemen talenta di hadapan BKN Pusat beberapa minggu lalu, dan baru setelah mendapatkan rekomendasi resmi, pelantikan tersebut dapat digelar.

Bupati juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjadikan amanah ini sebagai wujud pengabdian, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

“Tugas dan tanggung jawab ini adalah kepercayaan. Kebanggaan boleh ada, tapi tunjukkan dalam bentuk kerja nyata dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Secara khusus, Bupati menyoroti peran para camat yang dilantik, terutama Camat Tobelo dan Camat Loloda, dua wilayah dengan karakteristik berbeda.

“Untuk Camat Tobelo, persoalan utama di wilayah Anda adalah sampah, drainase, penertiban lapak di trotoar dan penerangan jalan, itu harus menjadi prioritas. Sedangkan untuk Camat Loloda, wilayah kerja Anda berat dari Igo sampai Apulea. Tahun 2026 kami upayakan tambahan fasilitas agar pelayanan di sana makin optimal,” jelas Piet Hein.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung soal gaya hidup para aparatur sipil negara (ASN) yang dinilainya perlu lebih sederhana dan humanis.

“Jangan sampai ada ASN yang kedapatan di tempat hiburan malam. Kalau itu terjadi, besok langsung saya non job kan. Kita ini pelayan masyarakat, bukan penikmat jabatan,” tegasnya dengan nada serius.

Ia pun berpesan agar seluruh pejabat eselon III terus memperkuat koordinasi, menjaga kekompakan, dan memberikan pelayanan tanpa mempersulit masyarakat.

“Layanilah masyarakat kita dengan baik. Jangan mempersulit mereka. Tugas kita adalah memberi kemudahan dan solusi,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *