Ekonomi Daerah

Ekonomi Malut Melesat, BPS: Jangan Bangga dengan Nikel

×

Ekonomi Malut Melesat, BPS: Jangan Bangga dengan Nikel

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary (tengah) menyampaikan perayaan dalam kegiatan bersama wartawan dan influencer pekan lalu. (Foto: RRI/KBRN)

Ternate – Maluku Utara mencatatkan perekonomian tertinggi secara nasional pada Triwulan II 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan II, perekonomian Maluku Utara melesat di angka 32,09 persen (yoy).

Komoditas nikel menjadi salah satu pemberi kontribusi terbesar menopang perekonomian Maluku Utara. Meski begitu, tingginya nilai perekonomian Maluku Utara tak bisa sampai membuat terlena.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, dukonfirmasi Selasa (30/9/2025). Menurutnya, kekayaan sumber daya alam (SDA) Maluku Utara, khususnya nikel, sangat menarik minat investor.

Di mana perusahaan besar yang beroperasi di Halmahera Tengah (Weda) dan Halmahera Selatan (Obi) menjadi motor penggerak utama perekonomian. Namun, Ia mengingatkan pemerintah tidak hanya bergantung pada tambang nikel.

“Tambang bisa habis kapan saja. Kita tidak boleh hanya bangga dengan nikel, tapi juga harus memacu sektor pertanian dan perikanan karena wilayah kita subur dan potensial,” kata Simon.

Diketahui, pada Triwulan II 2025, perekonomian Maluku Utara didominasi Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 40,11 persen. Diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 20,79 persen; Pertanian, Kehutanan, dan  Perikanan sebesar 10,08 persen.

Selanjutnya Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor sebesar 8,73 persen. Serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial  Wajib sebesar 7,20 persen. 

“Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian  Maluku Utara mencapai 86,91 persen,” ucap Simon. Selanjutnya dari sisi pengeluaran pada Triwulan II-2025 menuju Triwulan II-2024 Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 33,26 persen.

Kemudian diikuti komponen PMTB sebesar 15,04 persen. Apabila dihitung per semester, perekonomian Maluku Utara semester I-2025 terhadap semester I-2024 tumbuh sebesar 33,21 persen (c-to-c). 

“Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan  tertinggi sebesar 67,44 persen,” kata Simon. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami tertinggi sebesar 41,46 persen.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *