Tidore – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, meresmikan sekaligus mentahbiskan Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Lifofa di Desa Lifofa, Kecamatan Oba Selatan, Kamis (21/8/2025).
Peresmian berlangsung khidmat dengan kehadiran Sekretaris Camat Oba Selatan, perwakilan Kementerian Agama, Ketua GMAHK Daerah Konferens Maluku Malut (DKMMU), para pendeta, pengurus gereja, serta jemaat. Kehadiran Wakil Gubernur disambut hangat dengan tarian tradisional Cakalele.
“Puji Tuhan kita panjatkan kepada-Nya, karena pada hari yang penuh sukacita ini kita bersama-sama meresmikan gereja,” ujar Sarbin dalam sambutannya.
Sarbin menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara senantiasa mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur Sherly Tjoanda karena agenda kedinasan yang padat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur menyinggung program prioritas Pemprov Malut, di antaranya pendidikan gratis yang kini telah bekerja sama dengan 27 perguruan tinggi negeri di Maluku Utara. “Tidak ada lagi alasan anak-anak Maluku Utara tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang S1,” ucapnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Sarbin menyampaikan komitmen Pemprov dalam menyediakan Universal Health Coverage (UHC) prioritas bagi masyarakat, serta mengajak jemaat untuk menyukseskan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas Presiden Prabowo.
“Ini murni program Presiden untuk memastikan masyarakat sehat. Jangan tunda-tunda, manfaatkan kesempatan ini karena sudah disediakan secara gratis,” kata Sarbin.
Dari pihak panitia, Yan Lahagari menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam peresmian rumah ibadah tersebut. Hal senada disampaikan Ketua Konferens GMAHK DKMMU, Pdt. Ronny Neman, yang mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur bersama rombongan.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Gubernur bersama pimpinan gereja. Sarbin menutup sambutannya dengan pesan persatuan lintas iman.
“Kita boleh berbeda keyakinan, namun harus tetap bersatu. Perspektif keagamaan mengajarkan kita untuk menjaga kerukunan. Mari kita terus pelihara keharmonisan ini demi membangun Maluku Utara yang kita cintai,” ujarnya.