BERITA UTAMAGubernur Malut

Gubernur Sherly Akui 78 Desa di Maluku Utara Belum Nikmati Listrik

×

Gubernur Sherly Akui 78 Desa di Maluku Utara Belum Nikmati Listrik

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sherly Tjoanda menerima audiensi PLN UIW Maluku-Malut, di ruang rapat Sekprov, Sofifi, Selasa (19/8/2025). (Foto: KBRN/RRI)

Sofifi – Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, memiliki tekad kuat menerangi seluruh desa di Maluku Utara. Sebagai langkah konkret, Pemprov intens membangun kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengaliri listrik di 78 desa yang masih “gelap”.

Dalam pertemuan dengan PT. PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara, di ruang rapat Sekprov, Sofifi, pada Selasa (19/82025), Sherly mengungkapkan di Malut terdapat 78 Desa yang belum teraliri listrik. Dari jumlah itu, terdapat 35 desa akan mulai menikmati listrik di tahun ini.

“Sisanya 43 Desa, dan akan kita berkoordinasi sehingga pada 2026 sudah bisa teraliri listrik, minimal 12 jam,” ujar Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara ini.

Selain itu, problem lain yang masih menjadi perhatian adalah 66 desa yang listriknya menyala hanha 12 jam, bahkan ada 2 desa yang hanya 6 jam. Gubernur mengatakan, di 2025 terdapat 9 Desa yang akan menyala 24 jam, selebihnya masih menjadi pekerjaan rumah dan akan dicari solusi bersama.

“Dari 57 Desa ini pasti ada Desa-Desa di Pulau Obi Halsel. Olehnya itu, diminta kepada pihak PT. PLN agar dapat berkoordinasi dengan PT. Harita/ OST, sehingga bisa teraliri listrik seperti yang dilakukan juga oleh PT. IWIP untuk masyarakat disekitar lingkar tambang,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT. PLN wilayah Maluku dan Malut, Nur Suratmoko, mengatakan bahwa Gubernur meminta agar listrik yang menyala 12 dan 6 jam bisa ditingkatkan lagi sehingga mahasiswa yang kuliah di kampus seperti Universitas Terbuka yang mengandalkan jaringan bisa melangsungkan kuliah jarak jauh.

“Seluruh  penyampaian dan usulan Gubernur itu akan kita lakukan, namun secara bertahap, karena itu juga menjadi tujuan dari PT. PLN untuk mensuplay listrik di daerah Malut,” kata Nur.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *