Ternate, FaktaInvestigasi – Talud kali mati atau pembatas cor beton di RT 007/RW 003 Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Selatan nyaris ambruk saat hujan lebat melanda Kota Ternate Sabtu, (21/6/2025). Kondisi tersebut mengancam rumah sejumlah warga setempat yang berada di dekat talud.
Amatan RRI, Senin (23/6/2025), beberapa sisi talud telah jebol dihantam besarnya debit air hujan. Alhasil, dalam dua hari terakhir saat hujan lebat, khususnya pada malam hari, warga dilanda rasa khawatir dinding tanggul ambruk dan menyeret rumah mereka.
Zulfikar Awal, warga RT setempat berharap ada kepedulian pemerintah kelurahan hingga BPBD perihal kondisi tanggul kalimati di wilayahnya. Sebab, ini adalah kejadian yang telah berulang, dimana beberapa waktu lalu warga secara swadaya menambal beberapa sisi talud yang ambruk dihantam air kali mati.
“Kalau hujan besar, kita mulai panik. Kami sangat khawatir jangan sampai taludl di belakang rumah ambruk,” ujarnya.
Zulfikar mengaku, kerap kali air hujan dengan debit besar, turut membawa material berupa bebatuan besar dan batang pohon. Hal tersebut semakin menambah kecemasan warga karena dinding rumah mereka pun ikut bergetar oleh debit air besar disertai material.
“Kadang-kadang kalau hujan dan banjir besar, maka sudah pasti dinding rumah juga ikut goyang. Karena batu-batu berukuran besar juga terbawa dan membuat kita semakin panik,” ujar Zulfikar.
Untuk itu, dirinya meminta Pemerintah Kota Ternate dapat memperhatikan kondisi yang dialami warga. “Kami tidak bisa berharap ke siapa-siapa selain pemerintah,”ucap Zulfikar, mengakhiri.
KBRN