JAKARTA, FAKTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan bioteknologi berbasis tumbuhan alga kecil (Mikroalga) sebagai produk tambah perekonomian tinggi. Mengingat bahan baku mikroalga sangat melimpah di Indonesia.
“Jadi mikroalga sangat prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Pasalnya didukung oleh kondisi lingkungan yang memadai,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Sabtu (29/06/2024).
Menurut Agus, salah satu upaya pengembangan bioteknologi mikroalga di tanah air telah diinisiasi oleh Everfen Resources. Perusahaan tersebut mengolah mikroalga Haematococcus pluvialis yang menghasilkan zat berguna sebagai pelindung oksidasi polyunsaturated fatty acids (PUFA).
“Produk tersebut memiliki antioksidan tinggi yang bisa diaplikasikan pada produk suplemen kesehatan, obat-obatan, kosmetik, makanan dan minuman, serta produk pakan ternak. Biaya produksi dan penelitian tantangan dalam pengembangan bioteknologi berbasis mikroalga masih cukup besar,” ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan produk ini rentan terkontaminasi dalam produksi, sehingga membutuhkan kontrol kualitas yang berlapis. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidik, lembaga riset dan industri dalam.
“Untuk pengembangan menjadi biofuel, dibutuhkan dukungan dari industri penggunanya. Misalnya Pertamina untuk penyediaan fasilitas produksi dan penyimpanan,” kata Menperin.
AD/KBRN