TANGERANG, FAKTA – Jemaah haji Kabupaten Tangerang harus mendapatkan perawatan medis setelah tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal itu dampak cuaca panas di Tanah Suci saat menjalankan Rukun Islam Kelima.
“Ada satu jemaah haji dalam penanganan Dinas Kesehatan karena sakit. Dia terpaksa dilarikan kerimah sakit sebelum sempat pulang kerumah,” ujar Ahmad Jubaedi, Kepala Seksi Haji Kemenag Kabupaten Tangerang, Selasa (25/06/2024).
Menurut data yang didapat Kemenag Kabupaten Tangerang, sambung Jubaedi, total 2.507 jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini. Dari jumlah tersebut tiga di antaranya meninggal dunia di Tanah Suci karena sakit.
“Secara medis jemaah yang meninggal karena alami sesak napas. Mereka sempat dirawat di rumah sakit King Abdul Aziz dan tiga jemaah itu dari Jayanti, Kresek dan Legok, mereka dimakamkan di sana,” kata Jubaedi.
Dia menyatakan, rombongan jemaah haji asal Kabupaten Tangerang dari kloter 7/JKG yang tiba pada hari ini berjumlah 391 jiwa. Sedangkan jumlah total 2.507 jemaah haji
Jubaedi menambahkan, dengan kepulangan ratusan jemaah haji kloter pertama Kabupaten Tangerang ini, masih berada di Tanah smSuci tersisa enam kloter. “Tersisa lima kloter full jemaah Kabupaten Tangerang, satu kloter jemaah gabungan,” ucapnya.
Dari pantauan media ini, suasana haru menyambut kedatangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Tangerang. Beberapa penjemput terlihat menangis bahagia melihat keluarga mereka kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Salah satu jemaah haji, Aryanti mengatakan sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengan keluarga setelah lebih dari satu bulan menjalankan ibadah haji. Ia pun mengaku sehat meski sempat diterpa cuaca panas di tanah suci.
“Alhamdulilah bisa kembali ke Indonesia dengan selamat, disana cuacanya panas sekali. Tetapi karena kita niat ibadah, kita pasrahkan saja ke Allah, sehingga akhirnya bisa menyelesaikan rangkaian ibadah haji,” ujarnya.
Aryanti menyebut, dampak dari cuaca panas di Tanah Suci sempat membuat beberapa orang jemaah haji jatuh sakit. Bahkan dirinya sempat menggunakan infus lantaran terpapar cuaca panas dan kelelahan.
“Ibu melihat ada yang kulit kakinya terkelupas, ada juga jemaah dari Kabupaten Tangerang yang kepanasan sampai pingsan. Ibu juga sempat diinfus waktu berada di Mina karena panas dan kecapaian,” kata Aryanti.
AAD/KBRN