Liputan Haji 2026

Cuaca Ekstrem 46 Derajat Celcius, PPIH Arab Saudi Minta Tunda Jamrah

×

Cuaca Ekstrem 46 Derajat Celcius, PPIH Arab Saudi Minta Tunda Jamrah

Sebarkan artikel ini
(Foto: KBRN/FAKTA)

Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peringatan baru bagi jemaah haji dari seluruh dunia saat melaksanakan lempar jamrah pada 11 Zulhijjah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melarang jemaah haji melakukan lempar jamrah pada pukul 11.00-16.00 Waktu Arab Saudi (WAS). 

MAKKAH, FAKTA – Suhu panas di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem. Bahkan, suhu panas mencapai 46 derajat celcius pada Senin (17/6/2024) siang.

Termasuk di wilayah Mina dan Makkah. Cuaca ekstrem dengan suhu tersebut bisa mengakibatkan ‘heatstroke’.

Pemerintah Arab Saudi memberikan imbauan agar jemaah haji tidak melakukan lempar jamrah sebelum pukul 16.00 WAS. Atas dasar itu, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jemaah haji Indonesia tidak melontar jamrah sebelum pukul 16.00 WAS.

Staf Khusus bidang media dan komunikasi publik Menag, Wibowo Prasetyo, mengingatkan kepada jemaah untuk patuh terhadap imbauan tersebut. “Merujuk pada imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, kami meminta jemaah untuk tidak melontar jamrah sebelum pukul 16.00,” kata Wibowo, Senin (17/6/2024).

Wibowo mengungkapkan, imbauan ini dikeluarkan mengingat suhu yang tinggi serta untuk menghindari tekanan panas bagi jemaah. “Di Mina saat ini suhunya mencapai 45 derajat, ini harus jadi perhatian para jemaah untuk menghindari ‘heatstroke’,” ujar Wibowo.

“Karenanya, Kementerian Haji mencegah seluruh jemaah meninggalkan Jembatan Jamarat untuk jamrah (melempar batu) pada pukul 11.00 hingga 16.00 WAS,” katanya. Saat ini, Kementerian Haji juga menugaskan keamanan di tenda-tenda untuk mencegah jemaah berangkat sebelum pukul 16.00 WAS.

Pintu-pintu maktab juga saat ini sudah ditutup, dikunci dan akan dibuka kembali setelah pukul 16.00 WAS. PPIH juga mengimbau para jemaah yang saat ini melakukan tanazul di hotel sekitar jamarat, juga mengikuti imbauan tersebut.

“Jadi, siang ini jangan keluar hotel menuju jamarat dulu. Ikut jadwalnya dengan jemaah yang ada di Mina, agar lontar jamrahnya dilaksanakan setelah pukul 16.00 WAS,” kata Wibowo. S, mencapai 46 derajat celcius pada Senin (17/6/2024) siang.

termasuk di wilayah Mina dan Makkah. Cuaca ekstrem dengan suhu tersebut bisa mengakibatkan ‘heatstroke’.

Kemudian pemerintah Arab Saudi memberikan imbauan agar jemaah haji tidak melakukan lempar jamrah sebelum pukul 16.00 WAS.

Atas dasar itu, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jemaah haji Indonesia untuk tidak melontar jamrah sebelum pukul 16.00 WAS.

Staf Khusus bidang media dan komunikasi publik Menag, Wibowo Prasetyo, kembali ingatkan kepada jemaah untuk patuh terhadap imbauan tersebut.

“Merujuk pada imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, kami meminta jemaah untuk tidak melontar jamrah sebelum pukul 16.00 waktu Arab Saudi,” kata Wibowo, Senin (17/6/2024).

Wibowo mengungkapkan, imbauan ini dikeluarkan mengingat suhu yang tinggi serta untuk menghindari tekanan panas bagi jemaah.

“Di Mina saat ini suhunya mencapai 45 derajat. Ini harus jadi perhatian para jemaah untuk menghindari ‘heatstroke’,” ujar Wibowo.

“Karenanya, Kementerian Haji mencegah seluruh jemaah meninggalkan Jembatan Jamarat untuk jamrah (melempar batu) pada pukul 11.00 hingga 16.00 WAS,” katanya.

Saat ini, Kementerian Haji juga menugaskan keamanan di tenda-tenda untuk mencegah jemaah berangkat sebelum pukul 16.00 WAS. Pintu-pintu maktab juga saat ini sudah ditutup, dikunci dan akan dibuka kembali setelah pukul 16.00 WAS.

PPIH juga mengimbau para jemaah yang saat ini melakukan tanazul di hotel sekitar jamarat, juga mengikuti imbauan tersebut.

“Jadi, siang ini jangan keluar hotel menuju jamarat dulu. Ikut jadwalnya dengan jemaah yang ada di Mina, agar lontar jamrahnya dilaksanakan setelah pukul 16.00 WAS. Jadi keluar dari hotelnya, ya sore saja,” kata Wibowo.

AAD/KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *