Wakil ketua KPK Alexander Marwata menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (Foto: RRI/FAKTA)

JAKARTA, FAKTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menegaskan penanganan kasus Harun Masiku tidak melihat afiliasi politik. Pekerjaan yang dilakukan penyidik murni penegakan hukum.

 

“Bisa dipastikan dari kebijakan pimpinan. Kita tidak melihat atau mengaitkan pemanganan perkara di KPK dengan afiliasi politik tertentu,” kata Alex kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (8/7/2024).

 

Alexa menyebut pernyataannya ini bukan baru sekali saja disampaikan. “Itu bukan secara normatif juga, ini sudah berulang-ulang kali ya (disampaikan),” katanya.

 

Diketahui, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri heran kadernya kerap menjadi target aparat hukum. Dia bahkan menyampaikan ini secara langsung ke Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasona H. Laoly.

 

Hal ini dikatakan Megawati dalam pidato acara pengambilan pengucapan sumpah janji jabatan pengurus DPP PDIP. Masa bakti 2019-2024 yang diperpanjang hingga 2025.

 

“Pak Laoly ketawa, saya suka ngamuk ke dia loh , (anda) jadi menteri ngapain lho? Lah anak buah kita maunya ditarget melulu,” kata Megawati di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).

 

Salah satu kasus yang disorot Megawati adalah pemanggilan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK sebagai saksi kasus Harun Masiku. PDIP merasa dikerjai oleh komisi antirasuah karena barang-barang pribadi kader dan stafnya disita.

 

Megawati menegaskan KPK tak boleh menjalankan tugasnya dengan mengabaikan hak-hak warga negara. Megawati pun menekankan, KPK merupakan lembaga yang didirikan saat dirinya menjabat sebagai Presiden.

 

“KPK itu saya yang buat. Mana mungkin saya enggak tahu isi perutnya orang saya buat, gitu loh,” kata Megawati.

 

ARM/KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *