HALTENG – Faktainvestigasi | Pemerintah Desa (Pemdes) Kluting Jaya Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Di Tahun 2022, Kini Mulai Mengajak Pemuda untuk berkarya Membentuk Kelompok Tani Dengan Nama “Petani Melenial” Hal Ini Diungkapkan Kepala Desa Kluting Jaya Yudo Saat Dikonfirmasi Awak Media, Rabu (16/02/2022).

Petani Milenial Saat berada di kemubun (Dokumentasi Rudi mansur)

Dibentuknya kelompok tani ini Kata Yudo, mengigat kebutuhan bahan pangan petani yang sangat besar saat adanya perusahan-perusahan Tambang yang banyak berinvestasi di Kabupaten Halmahera Tengah.

Dikatakan kades, Kelompok “Petani Melenial” tersebut, telah dianggarkan melalui Dana Desa (DD) senilai Rp.105.000.000 (seratus lima juta rupiah) di potong pajak senilai Rp.11.000.000, tersisa Rp.94.000.000. dengan pengembalian 30% ke Desa. “Dari biaya 30% yang dikembalikan ke desa dibuka lagi 10% untuk biaya oprasional kelompok, sehingga kelompok bisa terus berjalan/berkembang” Jelas Kades.

“Dana Rp.94.000.000 (Sembilan puluh empat juta rupiah) yang diberikan ke kelompok sudah diggunakan membeli 2 unit bajak dan sisanya dipakai untuk biaya pagar lahan kebun beserta biaya obat dan oprasional lainya,” Tambahanya.

Terpisah, Ketua Kelompok “Petani Milenial” Naser Saleh yang didampingi anggotanya Dian Toro beserta Rahmat Kasiran saat di konfirmasi, Membenarkan Ungkapan Kapala Desesa Kluting Jaya.

Naser Mengatakan, Lokasi Kebun Yang Digarap Bersama Kelompoknya, Merupakan  Lokasi Lahan Desa Yang Belum Dimanfaatkan Oleh Desa (Lahan Tidur) Yang Diperkirakan Luas Lahan Kurang Lebih 2 Hektar.

“Luas Lahan Kurang Lebih 2 Hektar Ini Saya Bersama Angota Kelompok Sudah Menanam Sayur Sawi Dan Tomat, Namun Tanaman Yang Baru Dipanen Yakni Sayur Sawi Pada Awal Bulan Januari 2022, Lalu,” Jelas Naser Seraya Mengungkapkan Dari Tahap Awal Proses Penanaman Baru Dilakukan Sekali Panenen Yaitu Panen Sayur Sawi.

Menurut Nasir, Sejauh Ini Sudah Ada Pembeli Yang Membili Sawi Dan Pembeli Itu Mereka Memiliki Langganan Dengan Perusahan Tambang Yang Ada Di Kabupaten Halmahera Tengah.

“Pembeli Yang Datang Mambeli sayur Sawi Kami Diwaktu Panen Awal, Sebanyak 3 Ton Dengan Harga 10.000/Kilo, Kami Sudah Mendapatkan Hasil Jualan Awal Dari Pembeli Sebesar Rp.30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah) Belum Lagi Di Tambah Dengan Masyarakat Yang Beli Enceran,”Akunya.

“Walaupun hasil panen sudah terjual di ke pembeli dan masyarakat, tapai kami tetap merasa rugi karena masih banyak hasil panen yang tidak laku dijual (rusak) diperkirakan 2 ton ketika di uangkan sebesar Rp.20.000.000 (dua puluh juta rupiah), ini dikarenakan pembeli dan masyarakat tidak mampu membeli semua hasil panen,” pungkasnya seraya

“Mengigat harga pupuk dan obat yang mahal Petani Melenial mengharapkan ada dukungan dari Pemerintah terutama Pemda Halteng agar bisa mengkoordinir dan mangatur hasil produksi petani yang masuk ke perusahan tambang, petani mengiginkan perusan membeli semua hasil panen,khusnya di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah sehingga tidak ada lagi hasil panen yang rusak atau tidak laku terjual, selain itu petani juga berharap ada dukung bantuan pupuk dan obat dari pemerintah, entah itu pemerintah Kabupaten, Kecamatan ataupun tingkat Desa,”terangnya.

Diketahui, Petani milenial dibentuk oleh Pemerintah Desa Kluting Jaya Yang Beranggotakan 10 Orang Pemuda. (Rudi.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *