HALUT – Faktainvestigasi | Puluhan pengungsi Saat Gempa Senin (10/01/2021) kemarin, dari Desa Wangongira, kini kembali ke rumah mereka masing masing dan juga ada yang tidak Mau kembali dikarenakan masih ketakutan dan merasa trauma dengan Gempa.

Kurang 80 jiwa pengungsi asal Desa Wangongira Kecamatan Tobelo Barat yang mengungsi di Kantor Camat Tobelo Barata, meminta agar BMKG dapat sampaikan apakah masih ada gempa susulan atau tidak ada gempa lagi.

Kepala Stasiun BMKG Ternate Provinsi Maluku Utara Andri Wijaya Bidang Katakan ke warga yang mengungsi bahwa gempa susulan masih ada namun tetapi kekuatannya tidak bisa dipastikan karena kami bukan Tuhan.

Andri hanya katakan bahwa terserah ke warga mau kembali atau tidak, ketika kembali ke rumah maka sama sama harus waspada saat laksanaka aktifitas.

Bagi semua manusia yang pastinya memiliki ketakutan tapi kita tidak bisa prediksi apa itu ada susulan kekuatannya tinggi atau rendah tidak bisa di pastikan, ” jelasnya Andri.

Akhirnya pengugsi memilih kembali ke rumah, yang di Dampingi langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara, yang memfasilitas kembali ke asal mereka Desa Wangongira, dan sekaligus memberikan bantuan bagi warga yang dampak gempa di Desa Wangongira Selasa Kemarin 11 Januari 2022 pukul 18.10 Wit pengungsi kembali.

BMKG Ternate Provinsi Maluku Utara Andri Wijaya Bidang Kepala Stasiun BMKG Ternate Provinsi Maluku Utara yang di Damping oleh Riyadi Fungsional Madya BMKG Manado Sulawesi Utara ( Sulut ) menjelaskan bahwa, Pemasangan alat deteksi namanya sesmograf yaitu alat yang mendateksi gempa gempa disekitar atau gempa bumi.

Pemasangan Alat Diteksi sebanyak 2 buah, yang satunya di pasang di Desa KAI Kecamatan Kao Barata, dan Yang Satunya di Kecamatan Tobelo Barata Tepat di Desa Wangongira.

Menurut ANDRI WIJAYA menjelaskan, Kota yang ada di Maluku Utara adalah Potensi Wilayah Gempah,Karena Laut Maluku memiliki Pertemuan Tiga Lempeng yaitu Lempeng 1 G yang terhubung dari Lempeng Sangihe Lempenh Laut MAaluku dan Lempeng Laut Halmahera, dan Lempeng tersebut memilki sumber mekanisme yang berbeda.

“Dari Sisi lain Sesar Sorong atau Pencanangan dari Sesar Sorong sampai ke Kepulauan Sula itu berpotensi jalur gempa, Taliabu dan juga ada Sesar Sesar Aktif dari Darat di Halmahera seperti di Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Serta Halmahera Selatan juga punya Potensi Gempa,” Jelasnya.

“Terkait gempa tanggal 10 Januari kemarin itu dengan kekuatan 5.5 SR itu dari BMKG mencatatat dan pengamatan dilapangan bahwa intensitas dari gempa itu dari 4 sampai 5 MMi yang dirasakan masyarakat dan ada beberapa rumah rusak,

Dan di kota Ternate hanya 3 MMi yang artinya hanya merasakan getaran saja,” Tambahnya.

Selin itu BMKG juga memasang alat deteksi gempa yang berada di 2 titik, 1 alat milik BMKG dan satunya lagi alat Deeteksi bantuan dari BMKG Manado Sulawesi Utara (Sulut).

“Untuk potensi gempa susulan pasti ada tapi tidak bisa di prediksi, Sebab gempa memiliki masa periode dan itu harus mengambil Egerni seperti semula, karena memiliki masa untuk periode menurun atau kekuatan semakin hilang,” tuturnya.

(Jefry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *